[] PANDEMI COVID 19 SEDANG MELANDA [] TERUS PUPUK SEMANGAT BELAJAR [] CITA-CITA KALIAN SUDAH SEMAKIN DEKAT, NEGERI INI MEMBUTUHKAN SUMBANGSIH KALIAN [] QUALITY IN ME []

HUT RI

HUT RI

21 Juli 2021

KARYA ILMIAH

 ALUMNI  ARTIKEL  GALERI   PPD   SEKOLAH

Apresiasi bagi guru dan siswa

Apoteker Sophia Saraswati, S.Farm     

Guru bertugas untuk mengajar, mendidik, membimbing, dan melatih siswa untuk memahami pengetahuan dan mengembangkan keterampilan siswa. Dalam melaksanakan tugas tersebut, tentunya ada beberapa pengalaman yang tidak dapat dilupakan, bahkan diingat dan dijadikan contoh untuk pembelajaran pada tahun – tahun mendatang.

Salah satu cara mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan para guru adalah dengan adanya kegiatan penulisan dan dilakukannya publikasi ilmiah. Beberapa ragam publikasi ilmiah yang dapat dilakukan oleh guru adalah :

1.   Presentasi di forum ilmiah

2.   Hasil penelitian

3.   Tinjauan ilmiah (Best Practice)

4.   Tulisan ilmiah popular

5.   Artikel ilmiah

6.   Buku pelajaran

7.   Modul/ diktat

8.   Buku dalam bidang pendidikan

9.   Karya terjemahan

10. Buku pedoman guru

 

Salah satu bentuk publikasi ilmiah adalah Tinjauan ilmiah. Tinjauan ilmiah dapat berupa makalah dan Best Practice. Makalah tinjauan ilmiah adalah karya tulis guru yang berisi ide/ gagasan penulis dalam upaya mengatasi berbagai masalah pendidikan formal dan pembelajaran yang ada di satuan pendidikan di sekolahnya (dapat dari hasil penelitian), sedangkan Best Practice adalah “Praktik Terbaik” dari keberhasilan seorang guru atau kelompok guru dalam melaksanakan tugas, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah di sekolahnya (bukan dari hasil penelitian).

Tema Best Practice yang dapat ditulis sesuai tupoksi guru kecuali mengajar adalah :

1. Menjadi Kepala Sekolah/Madrasah

2. Menjadi Wakil Kepala Sekolah/Madrasah

3. Menjadi ketua program keahlian/program studi        atau yang sejenisnya

4. Menjadi kepala perpustakaan

5. Menjadi kepala laboratorium, bengkel, unit              produksi atau yang sejenis nya

6. Menjadi pembimbing khusus pada satuan               pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan       inklusi, pendidikan terpadu atau yang sejenisnya.

7. Menjadi wali kelas

8. Menyusun kurikulum pada satuan pendidikannya

9. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi                terhadap proses dan hasil belajar 

10. Membimbing guru pemula dalam program                induksi

11. Membimbing siswa dalam kegiatan                          ekstrakurikuler

12. Menjadi pembimbing pada penyusunan                    publikasi ilmiah dan karya inovatif

13. Melaksanakan pembimbingan pada kelas yang       menjadi tanggungjawabnya (khusus Guru Kelas)

Secara garis besar, Best Practice merupakan kegiatan guru dalam melaksanakan tugas sesuai tupoksi (melakukan hal yang biasa) dengan cara luar biasa sehingga mendapatkan hasil yang luar biasa. Gambaran penulisan Best Practice adalah input awal dengan perlakukan secara Best Practice mendapatkan output yang luar biasa.

Setiap guru mempunyai kesempatan memberikan pengalaman terbaik dalam pembelajaran yang pernah dilakukan, karena Best Practice merupakan karya tulis guru yang berisi pengalaman terbaik dalam mengemban tugas pada pendididkan formal dan proses pembelajaran. Best Practice merupakan  “Praktik Terbaik” dari keberhasilan seseorang guru atau kelompok guru. Best Practice bukan merupakan turunan dari hasil penelitian dan ada kebermanfaatan sehingga dapat diterapkan oleh guru lain.

Guru yang sekedar mengajar, tidak akan bisa melahirkan Best Practice. Hal ini dikarenakan dalam Best Practice ada kegiatan/perlakuan/metode pengajaran yang kreatif dan inovatif yang diberikan kepada siswa sehingga siswa mampu menguasai pengetahuan dan/atau keterampilan sesuai dengan kompetensinya dengan baik, bahkan sangat baik.

Penulisan  Best Practice tidak harus dilakukan pada tahun pelajaran yang sama dengan saat perlakuan. Pengalaman yang dapat dijadikan penulisan Best Practice adalah 3 (tiga) tahun kebelakang.

Bagaimana suatu pengalaman itu dapat dikatakan sebagai Best Practice?

  •    Pengalaman tersebut harus sesuai tupoksi
  •    Ada kejelasan ide/gagasan dalam perlakuan
  •    Ada data pendukung yang konsisten (daftar         nilai, kegiatan)
  •     Ada output yang lebih baik setelah perlakuan

Bagaimana cara memulai penulisan Best Practice?

1. Pilihlah satu tema pengalaman menjalankan     tupoksi yang paling BEST (yang terdapat data   lengkap)

2. Jadikan Tema dan pastikan keaslian, kejelasan     ide/gagasan, dan kecemerlangan idenya

3. Tema yang sudah dipilih rubahlah menjadi           judul dengan kaidah judul Best Practice

Bagaimanan sistematika penulisan Best Practice?

BAGIAN AWAL

Halaman Judul; Lembaran Persetujuan; Kata Pengantar; Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar Dan Lampiran, Serta Abstrak Atau Ringkasan.

BAGIAN ISI

a. Bab I. PENDAHULUAN Latar Belakang                  Masalah, Perumusan Masalah,  Tujuan, dan              Manfaat

b. Bab II. KAJIAN/ TINJAUAN PUSTAKA

c. Bab III. PEMBAHASAN Pelaksanaan kinerja,      hasil dan dampak, faktor kendala dan pendukung,     dan rencana tindak lanjut (sertakan bukti foto           kinerja)

d. Bab IV. PENUTUP Simpulan dan Rekomendasi

 

BAGIAN PENUNJANG

Daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang data yang dipakai untuk menunjang tinjauan atau gagasan ilmiah.

 

Penulisan latar belakang masalah harus dipaparkan sesuai dengan kondisi kenyataan yang ada yang perlu perlakuan (treatment) agar menjadi lebih baik,  dapat juga dipaparkan kesenjangan yang terjadi dan lebih baik lagi jika disertai data pendukung, baik kualitatif Maupin kuantitatif. Pada perumusan masalah sebaiknya disampaikan bagaimana treatment best practice dilakukan dan bagaimana hasil treatment setelah diimplementasikan. Penulisan tujuan penulisan harus sejalan dengan perumusan masalah yang telah disusun. Penulisan manfaat penulisan, dapat dipaparkan manfaat untuk peserta didik, rekan sejawat/guru, sekolah maupun pihak lain yang berkepentingan.

 

Kajian pustaka berisi  analisis berbagai sumber pustaka yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Sumber pustaka tersebut dapat berupa :

1.   hasil-hasil penelitian,

2.   jurnal,

3.   buku teks,

4.   makalah,

5.   sumber tertulis lainnya.

Dari berbagai sumber pustaka tersebut, dibuat kerangka berpikir untuk penulisan Best Practice. Tahap penyusunan kerangka berpikir :

1.   Memahami variabel yang dilaporkan dalam        best practice

2.   Membaca buku dan hasil penelitian sesuai         topic

3.   Mendeskripsikan teori-teori

4.   Analitis kritis dari teori-teori

5.   Analisis komparatif terhadap teori

6.   Simpulan sementara

7.   Kerangka berfikir (kalau begini maka akan         begitu…..)

Kerangka berpikir merupakan rasionalisasi hubungan antara teori yang berkaitan dengan hal yang akan ditingkatkan atau dipecahkan masalahnya dan teori yang berkaitan dengan tindakan untuk memecahkan masalah itu.

 

Pada pembahasan Best practice, termuat :

1.   Pelaksanaan kinerja

a. Langkah treatment dalam menyelesaikan     masalah step by step.

b. Tunjukkan kekhasan treatment serta             inovasi  yang dilakukan

c.  Jabarkan kebermanfaatannya

d. Tunjukkan data keberlanjutannya

e. Treatment mudah ditiru oleh guru lain

f. Diberikan data gambar, grafik, infografis,   dll lebih baik

2.   Hasil pelaksanaan strategi

a. Hasil treatment terkait perubahan positif       yang berkelanjutan

b. Dapat berupa data kualitatif ataupun           kuantitatif

c. Deskripsikan hasil secara detail sehingga     terlihat keunggulan best practice

3.   Dampak terhadap strategi

a. Dampak internal yang terjadi terhadap        peserta didik, guru, sekolah, system     pembelajaran danlain-lain

b. Dampak eksternal yang terjadi terhadap lingkungan sekolah, sekolah lain dan lain-lain

   Faktor pendukung dan penghambat

a. Uraikan faktor pendukung dari internal dan   eksternal sekolah

b. Kendala dapat berasal dari dalam diri     penulis berdasarkan hasil   refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan atau dari pihak lain, misalnya peserta didik, teman sejawat, sekolah, dana, mindset, dan lainnya

Simpulan dibuat pararel dengan permasalahan dan memberikan gambaran semua isi laporan best practice, dapat juga dikembangkan dengan diberikannya rekomendasi.

"Guru yang biasa-biasa saja hanya memberi tahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang unggul mendemonstrasikan. Guru yang hebat mengispirasi.” - William A. Ward

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link yang penting diketahui