[] PANDEMI COVID 19 SEDANG MELANDA [] TERUS PUPUK SEMANGAT BELAJAR [] CITA-CITA KALIAN SUDAH SEMAKIN DEKAT, NEGERI INI MEMBUTUHKAN SUMBANGSIH KALIAN [] QUALITY IN ME []

HUT PANCASILA

MENGINGAT KEMBALI LAHIRNYA PANCASILA

Tahun 1945 di semester I kala itu Indonesia di bawah Pemerintahan kolonial Jepang setelah mengambil alih dari pemerintahan kolonial Belanda. Namun kekalahan demi kekalahan di alami Tentara Jepang di mana-mana terutama di medan perang Pasifik membuat Jepang panik.
Sidang I BPUPKI
Sidang I BPUPKI

Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang membentuk BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang bertugas mempersiapkan perangkat-perangkat yang diperlukan untuk berdirinya suatu negara salah satunya adalah dasar negara.

Adalah dr. Radjiman Wedyodiningrat, keponakan dari dr. Wahidin Soedirohoesodo yang mengetuai BPUPKI. Sidang pertama dimulai 29 Mei sd 1 Juni 1945, Rapat tersebut dilakukan di gedung Chuo Sangi In yang sekarang dikenal debgan sebutan Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung itu digunakan sebagai gedung Volksraaf atau Perwakilan Rakyat. 

Pada sidang tersebut dr. Radjiman menyampaikan tentang apa dasar kita bernegara. Kebanyakan peserta kurang merespon pertanyaan itu, namun kemudian ada 3 orang tokoh yang memaparkan tentang dasar negara yakni Muhammad Yamin, Soepomo, kemudian Sukarno. 

Soepomo memberikan lima rumusan untuk dijadikan dasar negara, yaitu: Persatuan Kekeluargaan Keseimbangan lahir dan batin Musyawarah Keadilan rakyat

Sukarno mendapat giliran terakhir untuk menyampaikan gagasannya pada 1 Juni 1945. Gagasan yang disampaikan Sukarno tentang dasar negara Indonesia merdeka, dinamakan Pancasila. 

Secara etimologis, Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta panca artinya lima dan syla berarti batu sendi atau alas dasar.

Dasar negara yang disampaikan Bung Karno waktu itu secara berurutan yakni: Kebangsaan, Internasionalisme atau perikemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Setelah melalu beberapa tahapan, akhirnya Pancasila di sahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 bersama dengan disahkannya UUD 1945. Satu hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI.

TEMA & LOGO HARI LAHIR PANCASILA 2021

Tema Harlah Pancasila tahun ini adalah PANCASILA DALAM TINDAKAN BERSATU UNTUK INDONESIA TANGGUH

penyusun Herno Agus P. dari berbagai sumber

HARI WAISAK

HARI LIBUR NASIONAL MEMPERINGATI HARI WAISAK 2021 

Tanggal 26 Mei 2021 bertepatan dengan hari Rabu, umat Budha merayakan hari yang disucikan yatu Hari Raya Waisak.  Di beberapa negara hari Waisak mempunyai nama yang berbeda seperti di India hari Waisak disebut dengan hari Visakah Puja atau juga Buddha Purnima, di Tibet disebut hari Saga Dawa. Malaysia dan Singapura serta Sri Lanka menyebutnya Vesak, dan Thailand menyebutnya Visakha Bucha. 

Ada 3 peristiwa penting yang yang melatar belakangi perayaan Hari raya Waisak, yaitu  lahirnya Pangerah Siddharta pada tahun 623 sebelum masehi, Penerangan Agung Pangeran Siddharta menjadi Buddha di tahun 588 sebelum masehi, dan peristiwa wafatnya Buddha Gautama di tahun 543 sebelum masehi. Ketiga peristiwa ini kemudian disebut dengan istilah Trisuci Waisak. 

Pada tahun ini Hari Raya Waisak jatuh pada hari Rabu tanggal 26 Mei 2021 pada saat purnama sidhi atau terang bulan. 

penyusun herno AP, dari berbagai sumber

HARKITNAS

Siswa SMK Nusaputera 2 sedang outbond, salah satu metode pembelajaran zaman sekarang.
Kondisi yang sangat jauh berbeda dengan masa pendidikan sebelum kemerdekaan RI

20 MEI 2021, HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Awal tahun 1900 an. Adalah Wahidin Sudirohusodo, seorang dokter yang merasa prihatin dengan keadaan rakyat di bawah pemerintah kolonial Belanda. Beliau berpikir bahwa  perekonomian rakyat dapat ditingkatkan dengan pendidikan, namun tiadanya biaya dan kesempatan bagi rakyat untuk bersekolah membuat mereka sulit untuk memperbaiki nasibnya. Kala itu, hanya anak-anak kaum priyayi atau kaun elite diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Dan kaum pribumi hanya dijadikan sebagai pelayan dan kaki tangan penjajah. Dr. Wahidin berkeliling pulau Jawa mengunjungi kaum berada dan menyampaikan gagasan tentang biaya studi bagai rakyat biasa atau disebut Studiefonds. Gagasan yang bagus tapi kurang diterima masyarakat berada, membuat dr. Wahidin mengalihkan perhatian ke kaum muda terutama ke almamaternya yaitu STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) atau sekolah dokter bagi kaum pribumi. Gagasan dikembangkan menjadi pembentukan organisasi yang bertujuan untuk memajukan pendidikan bagi rakyat biasa. Gayung bersambut, gagasan yang disampaikan dihadapan mahasiswa STOVIA diterima dengan sangat baik dan dibuatlah rencana pembentukan organisasi itu.

Adalah Soetomo, siswa sekolah dokter yang merespon gagasan dari dr. Wahidin S. Bersama dengan teman-temannya antara lain, Gunawan Mangunkusumo dan Suradji, membentuk organisasi yang diberi nama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini bisa dikatakan sebagai organisasi pertama yang dibentuk oleh orang Indonesia yang bersifat modern, karena telah menyusun AD ART seperti organisasi zaman sekarang, yang kala itu belum ada sebelumnya.

Kelahiran organisasi Boedi Oetomo membuat perjuangan mengusir penjajah Belanda berubah,  perjuangan yang bersifat kedaerahan seperti yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro, Tjut Nyak Dien, Imam Bonjol, Hassanudin dan lain-lain, menjadi perjuangan dengan kekuatan pemikiran yang bersifat nasional.  Termasuk juga perjuangan yang selama ini dilakukan secara fisik, dilakukan dengan kekuatan pemikiran intelektual.

Berdirinya organisasi Budi Oetomo, yang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia yang menanamkan benih-benih rasa nasionalisme, kemudian diikuti organisasi-organisasi lain. Organisasi-organisasi berikutnya yang muncul seperti Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, Muhammadiyah dan Sarekat Islam.

Kementerian Komunikasi dan informasi menetapkan tahun ini, tema peringatan 113 tahun Hari Kebangkitan Nasional adalah "Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!". Dengan tema tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong royong untuk mempercepat pulihnya bangsa dari pandemi Covid-19.



penyusun Herno AP, dari berbagai sumber



COVID 19


JANGAN LENGAH, VIRUS INI MASIH MENGANCAM KITA


Tidak terasa pandemi covid 19 sudah berlangsung satu tahun lebih, penyakit yang disebabkan oleh sejenis virus ini memberi dampak yang luar biasa kepada kehidupan bermasyarakat kita. Penyebaran yang sangat cepat membuat setiap orang khawatir dan berharap pandemi ini segera berakhir. Pemerintah telah berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan berbagai macam kebijakan serta melalui program vaksinasi.

Sekedar mengingatkan kembali bahwa pandemi covid 19 disebabkan oleh sejenis virus yang diberi nama corona, nama yang setahun belakangan ini sangat populer diseluruh dunia.  Namun sebenarnya nama corona  adalah nama sebuah keluarga besar virus dengan gejala mirip flu. Gejala itu termasuk batuk, demam, gangguan tenggorokan, atau hidung meler. Namun dalam beberapa kasus, gejala menjadi penyakit serius seperti pneumonia (radang paru-paru).

Anggota keluarga lain selain COVID-19 yang merupakan tipe baru virus corona, yang lainnya adalah virus corona penyebab Acute Respiratory Syndrome atau SARS, dan Middle East Respiratory Syndrome atau MERS-CoV.

Seperti COVID-19, kemunculan pertama SARS juga terjadi di China pada November 2002 sampai Juli 2003. Terdapat 8.000-an orang terinfeksi dan 774 meninggal. Penyebarannya mencapai 17 negara.

Adapun MERS pertama kali terdeteksi di Arab Saudi pada tahun 2012 dan sejak itu menyebar ke beberapa negara. Para penderita mengalami sakit pernapasan yang cukup parah dan berpotensi meninggal dunia.

Nama COVID 19 awalnya diusulkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  dengan  nama 2019-nCoV. Corona berasal dari Bahasa Latin yang berarti mahkota karena permukaannya yang berbentuk seperti mahkota (crown/corona), dan n pada nCoV berasal dari kata novel (Bahasa Latin Novus) yang berarti baru untuk membedakan virus khusus ini. Sementara 2019 merujuk pada tahun ditemukannya virus.

Ukuran virus ini sangat kecil, diameternya hanya 50 sampai 200 nanometer. Bayangkan 1 nanometer = sepersejuta milimeter. Jadi seandainya virus corona sebesar bola voli (diameter 20 cm) maka bola voli sendiri diameternya jadi 200 km. Sel darah manusia berukuran sekitar 7.000 nanometer. Ini berarti, virus ini terlalu kecil untuk dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya. Virus ini hanya bisa diamati dengan mikroskop elektron

Virus corona umumnya ditemukan pada hewan; seperti unta, ular, hewan ternak, kucing, dan kelelawar. Manusia dapat tertular virus apabila terdapat riwayat kontak dengan hewan tersebut, misalnya pada peternak atau pedagang di pasar hewan.

Namun, adanya ledakan jumlah kasus di Wuhan, China dan kemudian menyebar ke hampir semua negara di dunia menunjukkan bahwa corona virus dapat ditularkan dari manusia ke manusia, yaitu lewat droplet, partikel air yang berukuran sangat kecil dan biasanya keluar saat batuk atau bersin. Apabila droplet tersebut terhirup atau mengenai lapisan kornea mata, seseorang berisiko untuk tertular penyakit ini.

Meski semua orang dapat terinfeksi virus corona, mereka yang lanjut usia, memiliki penyakit kronis, dan memiliki daya tahan tubuh rendah lebih rentan mengalami infeksi ini serta komplikasinya.

Sejauh ini, belum ada obat yang terbukti efektif dalam mengatasi COVID-19. Beberapa obat antivirus, seperti oseltamivir, lopinavir, dan ritonavir, sudah dicoba untuk diberikan kepada pasien COVID-19 sambil terus diteliti.

Sedangkan pada SARS dan MERS, pemberian lopinavir, ritonavir, serta obat antivirus spektrum luas terbaru bernama remdesivir sudah terbukti efektif sebagai pengobatan. 

penyusun herno agus p., dari berbagai sumber

Link yang penting diketahui