SMK NUSAPUTERA 2

SMK NUSAPUTERA 2
[] PANDEMI COVID 19 SEDANG MELANDA [] TERUS PUPUK SEMANGAT BELAJAR [] CITA-CITA KALIAN SUDAH SEMAKIN DEKAT, NEGERI INI MEMBUTUHKAN SUMBANGSIH KALIAN [] QUALITY IN ME []

OBAT HERBAL

ALUMNI  ARTIKEL  GALERI   PPD   SEKOLAH

KERJA SAMA DENGAN PT. HRL INTERNASIONAL, MENGEMBANGKAN URBAN FARMING DAUN TELANG

Penulis : Linda Susilawati, S.Pd.
Kepala SMK Nusaputera 2 Semarang

Indonesia memiliki berjuta ragam tanaman obat yang berpotensi dikembangkan untuk menambah nilai industri obat berbahan herbal. Masyarakat Indonesia sejak turun-temurun sudah mengenal dan menggunakan obat tradisional. Menurut World Health Organization (WHO), pengobatan tradisional terbentuk dari pengetahuan, keterampilan, dan praktik berdasarkan teori, keyakinan, serta pengalaman dari budaya yang berbeda-beda.


Obat Tradisional dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan jenisnya dan tiap-tiap golongan diberi tanda dengan simbol yang dicantumkan dalam kemasan seperti dalam penjelasan berikut:

1. Jamu

Jamu adalah obat tradisional berbahan dasar herbal atau tanaman tradisional yang disediakan secara tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut serta digunakan secara tradisional. Jamu telah digunakan secara turun-menurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun, telah membuktikan keamanan dan manfaat dengan data empiris untuk tujuan kesehatan tertentu, contoh kunyit asam, jahe manis, temulawak, beras kencur. 

 2. Obat Herbal Terstandar (Scientific based herbal medicine)

Obat herbal terstandar adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinis/uji in-vivo dan bahan bakunya telah di standarisasi dengan pembuktian ilmiah seperti standar kandungan bahan berkhasiat, standar pembuatan ekstrak tanaman obat, standar pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis. Obat herbal terstandar adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral dan proses produksi dengan teknologi maju.

 3. Fitofarmaka (Clinical based herbal medicine)

Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinis dan uji klinis, bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi. Fitofarmaka merupakan bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinis pada manusia sehingga dapat sampai ke klaim khasiat dapat mengobati. 

SMK Nusaputera 2 Semarang  saat ini tengah mengembangkan Urban farming daun Telang, penandatangan MoU antara SMK Nusaputera 2 Semarang dengan PT HRL (Heru Reksa Lestari ) Internasional, perusahaan yang mengembangkan riset  tanaman Herbal Indonesia diharapkan menambah wawasan dan pengetahuan bagi siswa maupun guru di SMK Nusaputera 2 Semarang. 

 BACK TO HOME

Link yang penting diketahui