[] SMK NUSAPUTERA 2 MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS SEKOLAH, SEHINGGA KUOTA SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2018-2019 TERPENUHI [] QUALITY IN ME []

BCC-Sukawati-Kecak


1
2
3
4
5
6
7


3. BALI CLASSIC CENTRE
Selesai makan siang, rombongan SMK Nusaputera 2 melanjutkan wisata edukatif ke “Bali Classic Centre atau BCC” yaitu suatu tempat yang  menyuguhkan atraksi warisan seni budaya, termasuk tradisi kehidupan masyarakat yang kini secara bertahap sudah ditinggalkan.
Begitu sampai di BCC, rombongan diantar ke suatu tempat pertemuan dengan dipandu dengan suatu tarian. Sampai di bale pertemuan kami diminta duduk lalu muncul para penari perempuan menari tarian selamat datang. Seusai tarian
selamat datang rombongan dibawa untuk melihat adat tradisi Bali yang pernah ada namun sekarang sudah ditinggalkan
BCC merupakan Taman Rekreasi yang mirip `Bali Mini` di bangun di atas lahan seluas lima hektar di Banjar Nyuhkuning, Ubud, tepatnya sebelah selatan Monkey Forest tempat berkeliaran ratusan kera, demikian kata perintis sekaligus pemilik BCC, Pande Ketut Krisna, SE di Batubulan, Gianyar.
Pembangunan BCC dirintis sejak Th 2001, sudah mulai diuji coba Maret 2005, namun secara resmi dibuka untuk umum 23 Juli 2005.
Di Taman rekreasi BCC akan disuguhkan proses pembuatan merangkai janur (banten), kesenian tari, tabuh gamelan dan pedalangan serta proses dalam pengolahan hasil-hasil pertanian secara tradisional seperti membuat minyak kelapa. 
Krisna, pria kelahiran Gianyar 60 tahun silam yang merintis
usahanya dari nol sebagai pedagang asongan di obyek-obyek wisata, telah menghimpun warga masyarakat sekitarnya untuk melakukan demontrasi aktifitas yang dilakoni masyarakat Bali yang kini sudah mulai ditinggalkan.
Aktifitas keseharian itu antara lain menumbuk padi secara tradisional dengan menggunakan alat “lesung” yang ditumbuk “Luwu” dan proses itu kini hampir tidak ada di Bali, karena sudah diambil alih teknologi menyosohan beras.
Demikian pula proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional sudah sangat langka, karena untuk praktisnya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menggunakan minyak kemasan produksi pabrik.Setelah dajak berkeliling dan menyaksikan beberapa atraksi seperti : Tarian Barong macan, wayang lemah. Tumbuk padi dan pembuatan minyak kelapa, rombongan dikumpulkan di sebuah tempat pementasan Nyoman Mardika. Kami disuguhi Tarian topeng, tarian
barong macan, tari pergaulan. Namun karena keinginan kuat dari para siswa ingin berfoto makatarian tampil sebentar selebihnya foto bersama penari. Dalam Penyajian tari pergaulan, penonton akan diajak untuk menari bersama. Penonton yang ditunjuk harus menuju ke nyoman Mardika dan ikut menari bersama. Hal ini dikarenakan untuk menghormati para penari. 



4. PASAR SENI SUKAWATI

Selesai dari BCC, Rombongan SMK Nusaputera 2 dibawa ke Sukawati. Bagi yang pintar menawar harga, di pasar ini kemampuan bakalan teruji. Objek wisata pasar seni Sukawati merupakan sebuah pasar yang sangat terkenal di kalangan wisatawan, karena pasar ini menjual pakaian-pakaian juga barang-barang kerajinan seni khas lokal dengan harga murah, sebagai buah tangan atau oleh-oleh dari pulau dewata. Banyak para pelancong dalam perjalanan tour menjadikan pasar ini sebagai tujuan wisata belanja, sehingga menjadi tempat wajib dikunjungi dan selalu ramai, apalagi kaum ibu, terkenal suka tawar-menawar harga barang, nah disinilah tempatnya, tidak hanya dari kalangan turis domestik, tamu asingpun doyan untuk mampir ke sini, apalagi lokasi pasar berada jalur searah perjalanan tour menuju Kintamani, Goalawah serta Bali Safari.
Barang-barang ditawarkan di pasar sukawati seperti; baju kemeja, T-shirt, sarong pantai disablon dengan ukiran atau gambaran seni kas tradisional, patung-patung, lukisan, tas, dompet, payung, sandal, lukisan dan barang kerajinan tangan lainnya. Sangat pas sekali bagi untuk kebutuhan sendiri ataupun untuk keperluan oleh-oleh ciri khas produksi Bali. Wisatawan domestik paling gemar untuk berkunjung ke Sukawati, entah itu bertujuan belanja ataupun melihat-lihat barang-barang hasil kerajinan khas lokal, bisa berkinjung ke sini.

Pasar tradisional ini terletak di Kabupaten Gianyar, 20 km ke arah timur kota Denpasar, 30 km dari kawasan objek wisata Kuta. 

5. TARI KECAK
Dari Pasar Sukawati, rombongan dibawa ke Sanggar Tari Sahadewa untuk menyaksikan Tari Kecak. Tari Kecak biasanya disebut sebagai tari "Cak" atau tari api (Fire Dance) merupakan tari pertunjukan masal atau hiburan dan cendrung sebagai sendratari yaitu seni drama dan tari karena seluruhnya menggambarkan seni peran dari "Lakon Pewayangan" seperti Rama Sita dan tidak secara khusus digunakan dalam ritual agama hindu seperti pemujaan, odalan dan upacara lainnya. 

Bentuk - bentuk "Sakral" dalam tari kecak ini biasanya ditunjukan dalam hal kerauhan atau masolah yaitu kekebalan secara gaib sehingga tidak terbakar oleh api. 

Keunikan. 
Tidak seperti tari bali lainnya menggunakan gamelan sebagai musik pengiring tetapi dalam pementasan tari kecak ini hanya  memadukan seni dari suara - suara mulut atau teriakan - teriakan seperti "cak cak ke cak cak ke" sehingga tari ini disebut tari kecak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar