[] PANDEMI COVID 19 SEDANG MELANDA [] TERUS PUPUK SEMANGAT BELAJAR [] CITA-CITA KALIAN SUDAH SEMAKIN DEKAT, NEGERI INI MEMBUTUHKAN SUMBANGSIH KALIAN [] QUALITY IN ME []

HUT RI

HUT RI

22 Mei 2021

HARKITNAS

Siswa SMK Nusaputera 2 sedang outbond, salah satu metode pembelajaran zaman sekarang.
Kondisi yang sangat jauh berbeda dengan masa pendidikan sebelum kemerdekaan RI

20 MEI 2021, HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Awal tahun 1900 an. Adalah Wahidin Sudirohusodo, seorang dokter yang merasa prihatin dengan keadaan rakyat di bawah pemerintah kolonial Belanda. Beliau berpikir bahwa  perekonomian rakyat dapat ditingkatkan dengan pendidikan, namun tiadanya biaya dan kesempatan bagi rakyat untuk bersekolah membuat mereka sulit untuk memperbaiki nasibnya. Kala itu, hanya anak-anak kaum priyayi atau kaun elite diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Dan kaum pribumi hanya dijadikan sebagai pelayan dan kaki tangan penjajah. Dr. Wahidin berkeliling pulau Jawa mengunjungi kaum berada dan menyampaikan gagasan tentang biaya studi bagai rakyat biasa atau disebut Studiefonds. Gagasan yang bagus tapi kurang diterima masyarakat berada, membuat dr. Wahidin mengalihkan perhatian ke kaum muda terutama ke almamaternya yaitu STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) atau sekolah dokter bagi kaum pribumi. Gagasan dikembangkan menjadi pembentukan organisasi yang bertujuan untuk memajukan pendidikan bagi rakyat biasa. Gayung bersambut, gagasan yang disampaikan dihadapan mahasiswa STOVIA diterima dengan sangat baik dan dibuatlah rencana pembentukan organisasi itu.

Adalah Soetomo, siswa sekolah dokter yang merespon gagasan dari dr. Wahidin S. Bersama dengan teman-temannya antara lain, Gunawan Mangunkusumo dan Suradji, membentuk organisasi yang diberi nama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini bisa dikatakan sebagai organisasi pertama yang dibentuk oleh orang Indonesia yang bersifat modern, karena telah menyusun AD ART seperti organisasi zaman sekarang, yang kala itu belum ada sebelumnya.

Kelahiran organisasi Boedi Oetomo membuat perjuangan mengusir penjajah Belanda berubah,  perjuangan yang bersifat kedaerahan seperti yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro, Tjut Nyak Dien, Imam Bonjol, Hassanudin dan lain-lain, menjadi perjuangan dengan kekuatan pemikiran yang bersifat nasional.  Termasuk juga perjuangan yang selama ini dilakukan secara fisik, dilakukan dengan kekuatan pemikiran intelektual.

Berdirinya organisasi Budi Oetomo, yang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia yang menanamkan benih-benih rasa nasionalisme, kemudian diikuti organisasi-organisasi lain. Organisasi-organisasi berikutnya yang muncul seperti Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, Muhammadiyah dan Sarekat Islam.

Kementerian Komunikasi dan informasi menetapkan tahun ini, tema peringatan 113 tahun Hari Kebangkitan Nasional adalah "Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!". Dengan tema tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong royong untuk mempercepat pulihnya bangsa dari pandemi Covid-19.



penyusun Herno AP, dari berbagai sumber



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link yang penting diketahui