SMK NUSAPUTERA 2

SMK NUSAPUTERA 2
[] PANDEMI COVID 19 SEDANG MELANDA [] TERUS PUPUK SEMANGAT BELAJAR [] CITA-CITA KALIAN SUDAH SEMAKIN DEKAT, NEGERI INI MEMBUTUHKAN SUMBANGSIH KALIAN [] QUALITY IN ME []

BHS INGGRIS

ALUMNI  ARTIKEL  GALERI   PPD   SEKOLAH  

CARA BERBICARA
(SPEAKING) BAHASA INGGRIS DENGAN LANCAR SECARA OTODIDAK
Presented by : Bayu Candra Wijaya, S.Pd

Hai hai! Kembali lagi bersama saya, mister bay. Kali ini, saya akan sharing sesuatu yang terkesan “remeh” tapi sebenarnya sangat penting bagi proses pendidikan, yaitu speaking English.
Udah ayo gak usah dibahas panjang lebar lagi lah ya kalau bahasa Inggris itu sudah seperti menjadi kebutuhan di era sekarang ini termasuk di dunia pendidikan. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. Semua informasi penting dan sumber belajar akademik dengan berbagai macam keahlian yang menyebar di dunia hampir semuanya dalam bentuk format bahasa Inggris.
Nah, sekarang pertanyaannya, pernah gak sih kalian berpikir bahwa kalian masih aja gagu kalau ngomong bahasa Inggris padahal udah belajar bahasa Inggris dari SD, atau mungkin sedari Play group sudah mendengar Bahasa Inggis, tapi kenapa kok bisa masih aja gak lancar, ya?
Kalau seseorang ingin mengetes seberapa tinggi kualitas bahasa Inggris seseorang, pasti kita disuruh ngomong, kan? Karena level Inggris seseorang bisa dlihat dari kemampuan dia dalam berbicara (speaking). Oke. Stay calm, guys. Saya akan sharing bagaimana caranya bisa lancar ngomong bahasa Inggris secara otodidak alias tanpa les. Bisa gitu? Sangat bisa! Asal kalian menerapkannya secara “Konsisten”, ya. Ingat KONSISTEN dan jangan mudah PUTUS ASA..

Oke, here we go!
Kebetulan guys, saya seorang Guru Bahasa Inggis, dan artikel ini saya buat berdasarkan Pengalaman Pribadi saya selama menjadi guru Inggris (It’s just based on my own experience)

1. Input (Masukan)
Oke. Karena speaking itu adalah output, maka tentunya, kita harus memaksimalkan input kita juga. Setidaknya, ada dua jenis input yang dapat menyokong speaking :
 

1.1 Vocabulary and Expressions (Kosakata dan Ungkapan)
Kosakata tentunya merupakan hal yang penting untuk menyampaikan ide dalam suatu bahasa. Tanpa kosakata yang cukup, bisa dipastikan, kita tidak akan bisa lancar dalam speaking. Jadi, jika kalian masih dalam tahap “Gagu” dalam speaking, bisa jadi itu karena kalian kekurangan kosakata dan tidak tau arti kata yang ingin diucapkan dalam bahasa Inggris.
Cara memperbanyak kosakata bisa dengan cara menghafal manual (misalnya berapa kosakata perhari) atau dari banyak membaca (reading). Mulailah menghafal dari kosakata yang berhubungan dengan kosakata sehari-hari terlebih dahulu. Selain itu, alangkah lebih baik jika menghafal kosakata dalam satu kelompok secara bersamaan. Misalnya hari pertama kalian bisa meghafalkan kosakata yang ada dilingkungan sekitar kalian (hari, bulan, tanggal, tahun) barang yang ada dirumah.. dan hari-hari berikutnya, kalian bisa buat list hafalan kata. 
 
1.2 Listening (Mendengarkan)
Seperti halnya bayi yang sedang belajar bicara, pasti mereka berbicara dengan kata-kata yang mereka dengar. Anggap saja kita berada di posisi itu karena sedang belajar ngomong bahasa Inggris. Maka, hal yang harus dilakukan adalah memperbanyak listening alias mendengarkan bahasa Inggris. Dari listening ini, kita bisa mengetahui cara native speakers ngomong bahasa Inggris dari mulai pengucapannya, kosakata yang digunakan, dalam situasi seperti apa penggunaannya, dll. Listening juga bisa menjadi tools untuk menambah kosakata dan ungkapan yang sering dipakai dalam conversation. Sekarang, banyak sekali sumber yang bisa dipakai dalam praktek listening seperti youtube, lagu, dan film. Tapi, menurut saya, yang paling bagus dalam melatih speaking itu film karena dalam film, akan ditunjukkan bagaimana native speakers berbicara sehari-harinya. Menonton film dapat melatih kita untuk terbiasa berbicara (plus mendengarkan) ala native speakers yang tentunya terdengar lebih natural.

2. Tools (Alat)
Input yang bagus tentu tidak akan maksimal jika tidak dikelola oleh alat yang baik. Oleh karena itu, penting juga untuk belajar cara menggunakan alat-alat ini jika ingin fluent in speaking English.
 
2.1 Grammar (Tata Bahasa)
“Lho, kok yang satu ini muncul? Bukannya malah menghambat, ya?”kenapa selalu harus ada grammar, grammar, grammar lagi…..?????
Jadi gini, guys. Karena kita bukan native speakers yang dari beranak dalam kandungan sudah berada di dalam lingkungan berbahasa Inggris, karena speaking tanpa grammar seperti orang maaf, buta mata tetapi tidak menggunakan tongkat dalam berjalan. 
Nah, di sinilah kita harus mengubah mindset yang kita punya. Coba, mulai dari sekarang, jangan membuat grammar menjadi penghambat tapi buatlah grammar sebagai penolong kita dalam speaking.
Grammar memang penting, guys, karena tanpa pengetahuan grammar yang cukup, kita akan kesulitan untuk menyusun kalimat dan nanti bisa mengarah ke miskomunikasi, terutama jika ingin menyusun kalimat rumit / kompleks. Apalagi, dalam bahasa Inggris, ada tenses yang bisa mengarah ke miskomunikasi juga jika salah dipakai.
Contoh :
“You really like banana!” (“Kau beneran suka sama pisang!”)
“You are really like banana!” (“Kau beneran kayak pisang!”)
See?
Tenang. Kita gak harus master semua grammar untuk bisa ngomong. Nanti, akan saya jelaskan di bagian 3, ya.

2.2 Pronunciation (Pengucapan)
Ini salah satu yang jarang diajarkan di sekolah. Tidak semua guru mengajarkan pronounciation dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. Pronounciation itu sangat penting untuk dipelajari karena lagi-lagi akan mengarah ke miskomunikasi yang bahkan bisa fatal. Ya, kasarnya, kayak belajar tajwid dan makhraj bahasa Inggris, lah.
Contoh : Misalkan kita ingin bilang “Please sit over here, Sir!” (“Silakan duduk di sebelah sini, Pak!”). Tapi, kamu malah mengucapkan kata sit (sɪt) seperti sh*t (ʃɪt) sehingga menjadi (“Silakan eek di sebelah sini, Pak!”).
Untuk bisa ngomong, ya tentunya harus “Praktek ngomong” bahasa Inggris sesering mungkin. Di sini, akan ada guide dari saya bagaimana cara mempraktekannya.
Tenang saja. Praktek bisa dimulai sambil mempelajari tools dan memperbanyak input. Learning by doing haha! Jangan menunggu hafal semua kosakata dan paham semua grammar untuk praktek.

3. Imitating (Meniru)
Jika benar-benar masih blank dalam speaking dan got nothing to say, mulailah dengan meniru native speakers ngomong. Sumber menirunya tentu dari listening. Tirulah intonasinya, cara pengucapannya, ekspresinya, dll. Semaksimal mungkin pokoknya kita bisa menirunya y…
Imitating juga dapat membantu memanaskan lidah agar semakin terbiasa dalam bahasa Inggris sehingga dapat mengurangi a-eu-a-eu (gagu) dalam speaking.
 

3.1 Talking (Berbicara)
Tentu kita tidak mungkin selamanya meniru terus, kan? Kita harus bisa membuat kalimat kita sendiri dalam speaking. Caranya yaitu gunakan materi yang sudah dipelajari pada Bagian 1 dan 2 dalam speaking. Talk talk talk talk! Ngomong ngomong ngomong ngomong! Ngomong terus pokoknya. Jangan khawatir dan malu kalau buat kesalahan.
 
3.2 Thinking something in English (Berpikir dalam bahasa Inggris)
Ini adalah cara yang sekian banyak saya ceritakan di atas, yang termasuk cara yang sussssaaaah. Salah satu hal yang mengambat dalam fluency (kelancaran) speaking adalah sikap kita yang masih menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris di dalam otak sebelum speaking  Memang, sih, awalnya akan sangat sulit. Tapi, lama-lama pasti bisa dan akhirnya bisa berpikir dan ngomong dalam bahasa Inggris secara natural.
 
3.3 Being Consistent (Konsisten)
“Konsisten” adalah kata mujarab yang bisa dipakai kalian jika ingin bisa bicara. Tidak perlu memaksakan diri dengan ngomong bahasa Inggris 10 jam sehari. Mulailah sedikit demi sedikit yang penting rutin dan konsisten setiap harinya. Itu lebih efektif daripada praktek 10 jam di hari ke-1 terus vakum selama lima minggu.
 
3.4 Evaluation (Evaluasi)
Evaluasi dibutuhkan agar kita dapat memperbaiki speaking kita dari waktu ke waktu sehingga progresnya bagus salah satunya kita bisa mengevaluasi diri kita sendiri dengan cara kita harus mempunyai Partner yang kita bisa ajak ngomong pakai Inggris dan bisa menerangkan ke kita kalo kita salah pengucapan dan sebagainya. Evaluasi tersebut akan menjadi lebih mudah jika mempunyai partner yang bisa berbahasa Inggris atau bahkan native. Lawan bicara kita bisa memberikan feedback yang baik untuk speaking kita.
Untuk yang mungkin tidak mempunyai partner, evaluasi bisa dilakukan dengan merekam diri sendiri (vlog) ngomong bahasa Inggris dengan webcam, kamera HP, dll. Lalu, lihat kembali rekamannya dan lihat apa yang kurang dari speaking kita.

Oke. That’s all for today. Bagi kalian yang tertarik dalam mengembangkan speaking dan pembelajaran dalam berbahasa Inggris, kalian juga bisa simak channel Youtube saya di “MISTER BAY education”. Semoga bermanfaat y guys.. Dengan lancar speaking English, kita bisa membuka banyak peluang untuk keberlangsungan pendidikan kita kedepannya dan karier bisa kita kembangkan dan arahkan menuju mimpi“Go international” yang dapat kita raih.

Back to Home

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link yang penting diketahui