[] PANDEMI COVID 19 SEDANG MELANDA [] TERUS PUPUK SEMANGAT BELAJAR [] CITA-CITA KALIAN SUDAH SEMAKIN DEKAT, NEGERI INI MEMBUTUHKAN SUMBANGSIH KALIAN [] QUALITY IN ME []

IEDUL ADHA

PERAYAAN IEDUL ADHA, UPAYA MEMPERBAIKI KUALITAS KETAQWAAN KITA



Tanggal 20 Juli 2021 bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah 1442 menurut kalender Islam adalah hari perayaan kurban bagi umat Islam. Setiap tahun umat Islam yang mampu disunahkan untuk memberikan sebagian rizkinya dalam bentuk hewan kurban untuk diberikan kepada yang berhak. Perayaan ini tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim AS dengan puteranya Nabi Ismail AS. Kisah yang menunjukkan sebuah ketaatan yang luar biasa dari ayah dan anak terhadap Allah SWT.

Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” artinya hari raya penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim. Dari sebuah mimpi di suatu malam. Saat itu Ismail puteranya masih berusia 7 tahun. Dalam mimpi tersebut, Nabi Ibrahim as menerima wahyu dari Allah SWT yang berisi perintah  untuk menyembelih Ismail. 

Nabi Ibrahim AS yang kala itu adalah seorang yang kaya raya, memiliki ribuan hewan ternak dan baru dikaruniai seorang anak yang tampan dan cekatan. Tiba-tiba mendapatkan perintah untuk menyembelih puteranya. Sungguh ujian yang sangat berat. Namun karena kepatuhan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS terhadap Allah SWT perintah itu tetap dilaksanakan. Hal ini diceritakan dalam AL Quran As-saffat: 102, yang artinya sebagai berikut :

Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,”.

Sebelum pelaksanaan, Nabi Ibrahim AS banyak mendapat godaan dari para setan, namun itu tak dihiraukan malahan dilemparnya para setan itu dengan batu. Nah peristiwa ini kemudian menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yaitu melempar jumrah.

Nabi Ibrahim kemudian memantapkan niatnya demikian pula Nabi Ismail, seperti ayahnya yang telah tawakkal. Namun sebelum peristiwa itu terjadi, Allah berseru dengan firmannya, menyuruh menghentikan. Allah telah meridhai kedua ayah dan anak  Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 107-110:

“Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
“Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.”
“Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.”
“Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Setelah peristiwa itu, Allah SWT pun memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan qurban setiap Idul Adha.

Perintah berkurban telah digariskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka, dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah." (Q.S Al Kautsar ayat 1 dan 2)
Di surat yang lain disebutkan :
"Bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, berserah dirilah kamu kepada-Nya dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (Q.S Al Hajj ayat 34)

Makna ibadah qurban yaitu sebagai bentuk pendekatan diri dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus wujud syukur atas karunia yang diberikan-Nya selama ini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link yang penting diketahui