[] SMK NUSAPUTERA 2 MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS SEKOLAH, SEHINGGA KUOTA SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2018-2019 TERPENUHI [] QUALITY IN ME []

Study Tour Bali

Pagi itu, Selasa, 6 Oktober 2015, empat buah bis besar melaju dengan kecepatan sedang di jalan tol Semarang Ungaran. Tampak didalamnya Siswa-siswi SMK Nusaputera 2 Semarang  penuh riang gembira mengawali perjalanan panjang menuju ke Pulau Dewata, Bali. Tujuan kegiatan ini adalah belajar di luar kelas atau outing class. Jika selama ini mereka belajar bagaimana obat dibuat dan diuji kualitasnya di dalam kelas dan laboratorium serta bagaimana belajar karakter disiplin, toleransi, tanggung jawab, proaktif dan lain-lain, maka kali ini mereka akan belajar ditempat yang sesungguhnya dan menerapkannya selama perjalanan. 

Keluar dari pintu tol Ungaran, bis melambat, suasana lalu lintas tidak begitu ramai sehingga bis yang kami tumpangi dapat berjalan lancar. Sekitar pukul 08.40 rombongan tiba di PT Sido Muncul, Bergas Kab. Semarang.

Memasuki kawasan pabrik, kami disuguhi pemandangan bangunan pabrik yang luas dikelilingi taman-taman yang terawat rapi disekitar bangunan. Cukup jauh bis memasuki kawasan pabrik sebelum berhenti di suatu tempat yang kemudian diketahui sebagai unit produksi pengolahan limbah pabrik. O ya rombongan di bagi dua, sehingga 2 bis yang lain, pembelajaran dimulai  dari unit yang berbeda. 

Kami dikumpulkan di ruangan dan diberi penjelasan mengenai unit ini. Unit ini mengolah limbah dari proses produksi jamu. Limbah yang sebagian besar berupa ampas tumbuhan diolah melalui proses fermentasi menjadi pupuk. Beberapa hasil olahan yang berbentuk cair tampak dikemas dalam jirigen super besar tertata rapi di berbagai sudut gudang, dan siap dikirim ke Rusia dan Amerika. Sementara tumpukan limbah padat terlihat menggunung disisi lain gudang. Proses fermentasi yang memakan waktu kurang lebih 2 tahun membuat tumpukan semakin banyak.

Selesai dari unit ini, kami naik bis lagi dipandu menuju gudang bahan baku jamu. Beberapa bagian bangunan tampak sedang di renovasi. Namun tidak mengganggu kegiatan ini. Kami tiba digudang yang sangat besar, menampung ratusan karung simplisia yang tertata rapi dirak-rak yang terbuat dari besi. meskipun sebenarnya PT Sido Muncul mempunyai kebun tanaman obat sendiri namun perusahaan tetap mendatangkan bahan baku dari para petani di wilayah Jawa Tengah, bahkan ada juga yang didatangkan dari Tanah Papua. Stok bahan baku yang banyak dimaksudkan agar produksi tidak terhambat karena kekurangan bahan baku.

Selesai dari gudang simplisia kami diajak berjalan menyusuri selasar sambil menikmati taman-taman di halaman pabrik. Tak lama kemudian kami diperlihatkan gudang bahan non simplisia seperti, gula, madu, susu dan lainnya. Pemandangan berikutnya lewat kaca jendela adalah mesin-mesin pengemas primer dari sediaan serbuk sedang bekerja. Tidak hanya satu mungkin sepuluh mesin sedang aktif mengemas produk Kuku Bima dalam sacchet. Di sisi yang lain kami melihat produk  seperti susu jahe sedang dikemas sekunder oleh tangan-tangan terampil tenaga kerja yang kebanyakan wanita. Menurut penjelasan yang kami terima, meskipun dibeberapa bagian pabrik sudah menggunakan mesin-mesin modern tetapi PT. Sido Muncul tetap berusaha menggunakan tenaga kerja dari warga sekitar, sehingga keberadaan pabrik dapat dinikmati oleh masyarakat.

Berikutnya kami dipandu menuju lantai 2, tampak peralatan laboratorium yang lengkap dan banyak macamnya. Beberapa orang sedang bekerja dengan alat tersebut. Turun dari lantai 2 kami dipandu menuju ke unit pengemasan, tampak beberapa jalur pengemasan aktif bekerja.

Terakhir kami dipandu menuju unit produksi jamu yang kesohor yaitu Tolak Angin. Kami melihat lewat kaca, bagaimana cairan jamu diisikan kedalam sacchet kemudian hasilnya di lakukan sortasi.

Selesai sudah belajar di dalam pabrik, rombongan yang tadinya terpisah menjadi dua disatukan kembali di kawasan Agro Wisata, menuju ke sana kami berjalan menyusuri jalan setapak di antara rimbunnya pepohonan yang membuat suasana menjadi sejuk.  Banyak siswa tidak melewatkan kesempatan ini untuk berselfie maupun foto bersama. Di sisi lain kami melihat kandang-kandang besar tempat tinggal harimau, buaya, monyet dan lain-lain terpelihara dengan baik. 

Tepat di depan aula/ruang pertemuan terdapat kolam ikan besar dan hiasan air terjun yang memanjang tampak indah dan gagah. Bagi yang hobi berfoto tentu menyempatkan diri untuk berselfie. Memasuki ruang pertemuan, tenggorokan kami disegari dengan minuman tradisional yang disediakan oleh PT. Sido Muncul.

Pada pertemuan ini, PT. Sido Muncul menceritakan perjalanan sejarah pabrik, dari industri rumahan sampai menjadi industri besar. Namun karena waktu sudah menjelang siang, maka acara diskusi tidak berlangsung lama, dari siswa hanya ada dua yang bertanya. Akhirnya kami harus undur diri dengan ucapan terima kasih atas pembelajaran yang terjadi hari ini dan bingkisan berisi produk-produk PT. Sido Muncul

Perjalanan berlanjut lalu singgah di RM Bintangan di daerah Ambarawa, makan siang dan ganti baju serta tak lupa sholat. Menjelang malam rombongan sampai di RM Nirwana Ngawi. Perjalanan tidak menemui hambatan yang berarti, tiba di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 4.30 WIB tampak sepi tidak banyak antrian kendaraan sehingga bis bisa langsung masuk kapal dan menyeberang. Pukul 6.15 WITA kami menginjakan kaki di Pulau Bali dan melanjutkan perjalanan.


Persinggahan pertama di Pulau Bali adalah RM Kenanga, mandi dan makan pagi. Hari I di Bali kami mengunjungi Khrisna, Bedugul, makan siang di RM Saras Bedugul, dan Tanah Lot. Selama di Bali kami menginap di Hotel Pelopor,Denpasar. Hari II berkunjung ke Desa Penglipuran, Tanjung Benoa, Pantai Pandawa dan melihat Tari Kecak. Hari III, ke Pasar Sukawati, Museum Bajra Shandi dan RM Soka, terus pulang. Pukul 07.30 WIB sampai di Kampus tercinta dengan menyimpan kenangan masing-masing.
_________________
Inilah foto-foto mereka ...
1. saat di Bedugul
2. saat di Joger
3. saat di Tanah Lot
4. saat di Desa Penglipuran
5. saat di Tanjung Benoa
6. saat di Pantai Pandawa
7. saat nonton Tari Kecak
8. saat di Museum Bajra Shandi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar