[] SMK NUSAPUTERA 2 MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS SEKOLAH, SEHINGGA KUOTA SISWA BARU TAHUN PELAJARAN 2018-2019 TERPENUHI [] QUALITY IN ME []

Hari Pahlawan


PERINGATAN HARI PAHLAWAN di SMK NUSAPUTERA 2

Hari Pahlawan, Senin, 10 Nopember 2014, diperingati oleh civitas academica SMK NUSAPUTERA 2 Semarang dengan upacara bendera. Petugas upacara kali ini adalah Kelas X FARMASI 1 dan sebagai Pembina Upacara adalah Ibu Rini Roslianti, S.Sos. Upacara yang diselenggarakan di Lapangan tengah berlangsung lancar. Pembina Upacara membacakan sambutan dari Menteri Sosial yang bertemakan Pahlawanku Idolaku.   

Meskipun kalian belum lahir dan tentu tidak mengalami, tetapi kalian bisa membayangkan bagaiman negeri ini diperjuangkan oleh para pejuang kita. Bagaimana keadaan saat itu, tentu jauh dari apa yang kamu rasakan sekarang ini. Semangat tinggi, pantang menyerah, nasionalis, rela berkorban adalah beberapa contoh karakter yang dimiliki oleh para pahlawan kita, yang bisa kamu terapkan di kehidupan sekarang ini.  Kalau kamu punya cita-cita yang baik, perjuangkan dengan semangat tinggi, pantang menyerah seperti yang diperlihatkan oleh para pahlawan kita dulu. Jadikan para pahlawan kita sebagai idola, yang pantas kita tiru dan diteladani.

SEJARAH HARI PAHLAWAN

Indonesia menjadi bangsa yang bebas dan merdeka setelah kemerdekaan diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Para pemimpin bangsa mulai memikirkan bagaimana negeri ini dibawa. Sebagai bangsa yang merdeka harus mampu mengelola negeri ini sendiri. Termasuk urusan keamanan harus ditangani oleh tentara kita sendiri. Jadi kalau ada tentara jepang yang masih ada disini pakai senjata. Ya gak boleh dong.... Maka pejuang dan rakyat Indonesia berusaha melucuti persenjataan mereka. Bisa dperkirakan apa yang terjadi. Pertempuran terjadi dimana-mana.

Pada tanggal 25 Oktober 1945, tentara Inggris tiba di Surabaya, pura-pura menawarkan jasa membantu melucuti senjata dari tentara Jepang. Setelah kepura-puraan itu diketahui oleh tentara Indonesia maka pertempuran berubah arah menjadi pertempuran melawan tentara Inggris.

Pada suatu ketika Brigadir Jenderal Mallaby terbunuh, ini wajar kan kalau dalam satu pertempuran ada yang mati. Kalau mereka marah berarti tidak fair, sampai mengeluarkan ultimatum yang isinya paling lambat jam 06.00 pagi tanggal 10 Nopember 1945, rakyat Indonesia harus menyerahkan senjatanya. Ultimatum ini tentu ditolak dengan tegas, sehingga setelah jam 06 saat itu, terjadi pertempuran hebat di Kota Surabaya. Banyak rakyat yang berguguran sebagai pahlawan.

Tentara Inggris mengira pertempuran akan segera selesai, tetapi tidak bagi Bung Tomo dan pemuda-pemuda di Surabaya. Semangat pantang menyerah yang dikobarkan oleh Bung Tomo membuat pertempuran terus berlangsung dan pecah dimana-mana di seluruh Indonesia. So Tanggal 10 Nopember 1945 pantas dikenang sebagai Hari Pahlawan. Bagi siswa-siswi SMK NUSAPUTERA 2 harus bisa meniru dong semangat juang yang dicontohkan para pahlawan kita. Terutama dalam memperjuangkan cita-citanya. Bisa kan...?